Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Musda ASPPI Jatim Aklamasi Pilih Saformadianto

SURABAYA, SINAR POS – Musyawarah Daerah (Musda) III Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jatim secara aklamasi menetapkan Saformadianto sebagai Ketua ASPPI DPD Jatim periode 2017 – 2021. Terpilihnya Saformadianto dalam Musda 3 DPD ASPPI Jatim yang digelar di Hotel Aria Centra Surabaya, Jumat (10/11/2017) ini merupakan periode kedua kepemimpinannya dalam ASSPI DPD Jatim.

Sebelum terpilih secara aklamasi, seluruh peserta memberikan suara kepada kandidat pilihannya. Dari 62 suara sah, Saformadianto memperoleh suara 45, sehingga peserta Musda secara aklamasi memilih Saformadianto.

“Terima kasih atas kepercayaan teman-teman kepada Saya, semoga saya tetap terus amanah dan istiqomah memimpin ASPPI DPD Jatim ini,” ujar Saformadianto usai terpilih.

Selanjutnya, usai terbentuk tim formatur, Saformadianto berjanji akan segera menyusun kepengurusan baru dalam waktu seminggu ke depan. Selain itu juga Saformadianto juga berjanji akan segera membentuk kepengurusan ASPPI di sejumlah kota, diantaranya Bojonegoro, Besuki, Banyuwangi serta daerah lainnya.

Menurut Safor, dalam era teknologi seperti saat ini, para pengusaha pariwisata tidak bisa tidak, harus ikut arus perubahan teknologi jika tidak ingin tersisih dalam persaingan bisnis wisata. “Kita harus mengikuti arus perkembangan teknologi, karena memang pengaruhnya sangat besar,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat ASPPI Djohari Somad yang juga hadir di Musda ASPPI DPD Jatim ini menambahkan, era teknologi informasi seperti saat ini sangat berpengaruh besar bagi pelaku usaha pariwisata. Karena itu, online travel menjadi suatu kewajiban bagi pengusaha travel dan memang tidak ada pilihan lain jika ingin terus bisa bersaing dalam bisnis wisata.

“Mau tidak mau, dampak perkembangan teknologi saat ini membawa pengaruh sangat besar bagi para pengusaha travel. Tidak ada pilihan lain, kita harus go digital juga,” ujar Djohari Somad.

Saat ini, yang online baru di kota besar, misalnya di Jatim itu di Surabaya, sedangkan di pelosok atau di lokasi wisatanya masih banyak yang belum online. “Nah ini akan semakin bergairah, jika teman-teman pelaku pariwisata di daerah juga online,” ujar Djohari.(Nwi)

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *