Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Hakim Tantang Sumpah Pocong kepada Saksi

Surabaya,Sinar Pos

Di duga Jaksa Penuntut Umum Chalida SH dan Ginanjar SH, Dari Kejari Tanjung Perak, Kurang bisa membuktikan Dakwaan Penipuan dan Penggelapan yang Terjadi pada Terdakwa Salim Himawan Syahputra.

Hadirnya Saksi Pandu yang di hadirkan oleh JPU membuat sidang semakin tegang,Lantaran saksi Pandu bukan memberatkan terdakwa melainkan meringankan terdakwa Salim Himawan Syahputra.

Dalam Fakta persidangan yang di gelar di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya,yang di ketua oleh Majelis Hakim Dedi Wardiman.Dengan Tegas dan Lantang saksi menjawab semua Pertanyaan baik dari Jpu dan hakim serta Kuasa hukum Sidabuke selaku kuasa hukum terdakwa.

Lantaran saksi mengetahui apa yang dia ketahui baik dalam penyewaan alat berat maupun permasalahan hutang.Menurut Pandu ,memang saya yang meminjam dan memfoto alat berat dengan mengunakan HP milik bu Lenny Anggreini, setelah itu hasil fotonya kurang lebih dari 30 foto saya kirimkan ke pak Salim melalui WA,Kemudian HPnya,saya kembalikan lagi kepada Bu Lenny Anggreini ,beserta hasil foto yang lebih dari 30 foto.

Lantaran Foto tersebut contoh kalau alat berat yang di sewa seperti itu setelah di setujui ,saya juga yang mengantar alat berat tersebut ke Proyek.

Saya.Dulu karyawan di PT Guna Karya Pembangunan milik Pak Salim ,saya bekerja di bagian Administrasi Project,awal saya di tempatkan di Jl Citandui Surabaya.Setelah itu saya di tempatkan di kantor Jalan Manyar Tirtomoyo II no 12 Surabaya kantor milik bu Lenny .

Sedangkan Bu Elizabet yang saya tahu beliau karyawan Bu Lenny,setiap harinya kalau bu Lenny memakai Mobil sedangkan bu Elizabet pakai sepeda motor.

Saya mengetahui jika terdakwa memiliki hutang uang kepada bu Lenny sebesar Rp 500 juta,Pada saat di kantor ada rapat Penghitungan Pajak,pada saat itu Lenny menagih dengan mengatakan ,’LIL LIM Utangmu seng 500 juta kapan di saur ?,’ lalu pak salim menjawab iyo.

dan pada hari yang sama , Saya di perintah pak Salim untuk mengambil cek giro senilai Rp 300 juta ,setelah itu pak salim yang memberikan cek giro ke bu Lenny, itupun di hadapan saya.

Sedangkan masalah gaji yang membayar saya adalah pak Salim,Memang saya pernah menerima uang dari bu Lenny 500 ribu itupun bu Lenny pinjam uang kas dalam satu hari sudah di kembalihkan sebesar 500 ribu.

Dalam keterangan, saksi menyangkal semua keterangan Thomas, saksi yang dihadirkan saat sidang sebelumnya. “Tidak benar yang mulia, kalau Thomas berada di kantor pasca rapat penghitungan pajak,” jelas ,aku saksi.

Ada Salah satu anggota Hakim yang menantang ,dan mengatakan ,apa yang kamu terangkan jangan bohong lho,kamu sudah di sumpah ,bahkan sumpah Pocongpun kamu berani,? jawab saksi Di sumpah Pocongpun saya Berani pak hakim karena saya benar-benar tahu dan tidak bohong, jelas saksi Pandu.

Dari Keterangan semua saksi Terdakwa membenarkan,karena memang saksi Pandu adalah mantan Karyawan terdakwa.

Perlu diketahui, terdakwa dilaporkan Elizabeth Kaverya pada September 2016 karena tidak membeli alat berat excavator merk Komatsu sebesar Rp 500 juta, sesuai Letter Of Intens (LOI) atas nama PT Guna Karya Pembangunan (perusahaan milik terdakwa) dengan China Road Bridge Coorporation (CRBC) dalam pekerjaan jalan tol Solo-Kertosono.

Uang Elizabeth Kaverya sebanyak Rp 500 juta itu dipakai terdakwa Salim Himawan Saputra di duga untuk keperluan pribadi, bukan untuk membeli alat berat excavator seperti yang sudah direncanakan sebelumnya dengan disertai janji akan membagi keuntungan selama 2 tahun.

Namun, uang tersebut ternyata tidak dipakai untuk pembuatan membeli excavator, malah dipakai terdakwa Salim Himawan Saputra di duga untuk keperluan lain diantaranya membiayai operasional pekerjaan jalan Tol Solo-Kertosono.

Kasus ini pun akhirnya dilaporkan Elizabeth ke Polisi. Salim ditetapkan tersangka dan ditahan. Penahanan itupun berlanjut dilakukan jaksa. Namun, Terdakwa Salim kembali menghirup udara bebas. Hakim Dedi Fardiman mengalihkan status tahanan nya menjadi tahanan kota.

Pengalihan status penahanan terdakwa Salim Himawan Saputra ini dirubah oleh ketua majelis hakim Dedi Fardiman setelah melihat rekam medis kesehatan terdakwa, dan istri terdakwa memberikan uang jaminan sebesar Rp 200 juta.

Sayangnya dalam dakwaan JPU terdakwa yang punya hutang kepada Elyzabet,sedangkan dalam fakta persidangan dan saksi Pandu ,bahwa terdakwa yang punya hutang ke Lenny sebesar 500 juta tetapi sudah di bayar 300 juta.di duga dakwaan JPU Kabur dan batal demi hukum.(dani)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *