Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

SELAMA TAHUN 2017 DP3AK SUDAH MENANGANI 231 KEKERASAN

SURABAYA, SINAR POS – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak  Dan Kependudukan (DP3AK)  Provinsi Jawa Timur (Jatim)  menggelar Lokakarya Mekanisme Penanganan  Kasus Kekerasan  Terhadap Perempuan dan Anak  di Provinsi Jatim di Surabaya  mulai Rabu (1/11)  hingga Jum’at (3/11).

Drs Herawanto Ananda  MSI, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan Dan Anak  Jatim mengatakan, dalam lokakarya ini adalah mekanisme pelayanan terhadap korban perempuan maupun anak, layanannya  itu semua yang ada di  38 kabupaten kota  di jatim ini diharapkan semua  mekanismenya sama, kapan mulai korban melaporkan, pada saat pelaporan mereka  itu apa ada pertanyaannya  ataupun penanganannya kalau si korban itu perlu visum itu harus bagaimana kalau itu memang tindak kekerasan, visumnya itu bagaimana. Setelah visum, hasil visum harus diapakan, itu harus sama.

Karena  bukan sekarang itu tidak sama, sekarang sudah sama tetapi  dilakukan lagi, itu harapan dari lokakarya ini. Sekarang 19 kabupaten kota, berikutnya 19 kabupaten kota, karena memang  kita tidak langsung 38 kabupaten kota pesertanya, tapi 19.

Dengan 19 ini tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil, sehingga  apa yang disampaikan fasilitator langsung mengena, itu harapan kami. Setelah mereka kembali ke kabupaten kota itu, diharapkan nanti mereka bisa menularkan kepada masyarakat agar bila terjadi tindak kekerasan itu mereka lapor ke pihak yang berwajib. Dalam hal ini bisa ke P2TP2A atau bisa ke Dinas pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak dan Perempuan karena dinas tersebut Sudah biasa menangani anak dan perempuan.ujarnya.

Selama tahun 2017,  yang terlapor  sudah 231 kasus,  di 38 kabupaten kota,  semua sudah ditindak  lanjuti. Sudah dilakukan pendampingan  otomatis  gratis, visum gratis.

Penyebab kekerasan terhadap perempuan, bermacam macam, ada masalah ekonomi keluarga, kalau anak itu memang menjadi penyakit masyarakat, mereka memandang anak,  kekerasan itu bisa seksual, seksual  itu jadi perhatian  kita bersama, pshy kiater , Dokter penyakit jiwa itu  harus sudah  bergerak, itu sosialisasi kepada mereka  supaya tidak ada kekerasan seksual kepada anak .  Itu kelainan. Penyebab lain narkoba, karena anak sekarang dijadikan kurir narkoba.

Peserta sekarang 64 orang untuk 19 Kabupaten kota,  nanti   tanggal 15 – 19 . 19 kabupaten kota  tutur Drs Herawanto Ananda MSI. (Nwi)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *