Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Peserta Musik Daul Kecewa Dengan Panitia

PAMEKASAN, Sinarpos – Dalam rangka memperingati hari jadi Kab. Pamekasan ke-487, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kab. Pamekasan memeriahkan acara hari jadi dengan melaksanakan kegiatan  musik daul carnival yang sudah menjadi ciri khas Madura, namun yg seharusnya para peserta difasilitasi dan dilayani, rupanya acara musik daul ini malah sebaliknya.
Pada saat kegiatan berjalan, peserta tidak beraturan, sehingga salah satu peserta memutuskan untuk membubarkan diri dan tidak mengikuti acara tersebut, Minggu malam (29/10/2017) sekitar pukul 19.30 WIB Pamekasan, Madura, Jawa Timur.Senin, (30/10/2017)
Menurut Informasi yang diperoleh Sinarpos.co.id, peserta musik daul atas nama Rampak Naong asal Galis Kab.Pamekasan memilih membubarkan diri dan tak mengikuti kegiatan yang di selenggarakan oleh Disparbud, kerena seharusnya peserta atas nama Rampak Naong tsb berjalan paling depan karena sudah memiliki nomor urut pertama (ke – 1) tapi kini malah sebaliknya, nomer urut tengah yang melaju paling depan.
Tanggapan As’ad selaku ketua dari musik daul Rampak Naong mengatakan, bahwa pihaknya merasa sangat kecewa dengan penitia pelaksana musik daul.
“Sebelumnya kami mohon maaf ya, kami dari komunitas Rampak Naong, dari technikal meeting yang pernah kami ikuti, kami itu nomer start 1 (satu) sesuai dengan arahan dari disparbud, nomer urut satu itu berangkat jam setengah 8, tadi kami sudah bersiap-siap untuk berangkat sesuai dengan jadwal yang dilepas oleh wakil bupati. Tapi entah sampai tengah jalan, kami seakan-akan dipecundangi, ternyata kami ada ditengah-tengah dari kelompok lain yang sudah berangkat duluan,” ujarnya kepada beberapa awak media saat dimintai keterangan setelah membubarkan diri.
“Setelah saya telusuri, ternyata ada dari Satlantas, yang namanya adalah Khoirul Huda, mengatakan Polisi itu mengambil alih karena terlalu lama acara ini molor dari waktunya. Cuma yang disayangkan itu, jika memang mau mengambil alih mestinya kan konfirmasi dulu kepada kami dan panitia, ini betul-betul mengecewakan. Kami itu membutuhkan dana banyak kalo seperti ini,” tururnya, dengan nada kecewa.
“Kami mohon kedepannya bagaimana, ini waktu yang sangat buruk bagi kami. Dari Satlantas tadi teriak-teriak mengatakan ini sudah molor dari jadwal awal, sehingga kami otomatis mengambil alih, itu yang kami dengar dengan cara teriak-teriak dan menunjuk-nunjuk kepada muka kami,” tegasnya.
“Harapan kami kedepan agar Pamekasan ini lebih dihargai dan lebih maju, harus ada dialog yang lebih bagus, cuma bagi saya kalok seperti ini, adalah sebuah insiden yang sangat buruk, panitia sangat tercoreng namanya, dan saya betul-betul kecewa karena kinerja panitia ini sangat buruk, terimakasih,” tutupnya.
Sampai berita ini diturunkan dari pihak panitia belum bisa dikonfirmasi.(M.Nuruz)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *