Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

PENGACARA DILINDUGI UNDANG UNDANG 18 TAHUN 2003 PASAL 16

SURABAYA, SINAR POS –  Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Jawa timur menggelar musawarah Cabang DPC  Peradi Surabaya di Gedung Dyandra Convention Hall Surabaya Jum’at (27/10). Wakil Gubernur Jatim Syaifulloh Yusuf  mengatakan,  Sampai saat ini untuk masalah yang ber-urusan dengan hukum di Provinsi Jawa Timur masih Yaitu masalah narkoba, masalah tanah  dan Pidana.

Ketiga masalah tersebut diatas selalu mendominasi, Urutan pertama sampai ke-tiga di Jatim. Untuk itu pemerintah provinsi Jawa Timur ingin meneruskan dan meningkatkan lagi kerjasama yang telah terjalin antara Pemrov Jatim dengan Peradi Surabaya dalam menangani masalah – masalah hukum di Jatim.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya Peradi selalu yang menangani masalah hukum baik hukum perdata maupun hukum pidana. Dan kerjasama yang terjalin selama ini adalah Pemprov. Jatim yang membiayai administrasinya, Sedang Peradi yang menangani masalah persidangannya.

Untuk itu, tambah Gus Ipul kedepan diharapkan hubungan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik antara Pemprov. Jatim dengan Peradi bisa lebih ditingkatkan lagi, baik untuk penanganan masalah hukum di Jatim maupun untuk masalah dukungan dana guna penyelesaian masalah-masalah hukum di Jawa Timur.

“ Kalau kerjasama ini bisa ditingkatkan dan diteruskan lagi, maka untuk bagaimana prosedurnya secara tehnis silahkan dibicarakan dengan Biro Hukum Setdaprov. Jatim. Karena Biro Hukum inilah yang menangani kerjasama masalah Hukum antara Pemprov. Jatim dengan Peradi Surabaya. Dan Kepala Biro Hukum Setdaprov. Jatim saat ini juga hadir di acara ini,” ujar Wagub.

Ikut hadir dalam Muscab sehari, untuk pemilihan Ketua Cabang Peradi Surabaya ini antara lain, Wakil Sekjen Peradi Pusat, Wakajati Surabaya, Wakapolresta Surabaya dan Wakil Kejaksaan Negeri Surabaya serta 885 anggota serta pengurus Peradi DPC Surabaya.Sementara itu, di sela – sela muscab, Sunarno Edy Wibowo SH, Advokat senior menyatakan, ini suasana demokrasi, berharap siapapun yang terpilih bisa melindungi anggota. Yaitu tentang hak – haknya misal suatu ketika menangani suatu perkara,  itu harus didukung dan dilindungi,dan yang ke kedua dengan acara ini mudah mudahan insyaalloh para advokat bisa bersatu kembali. Karena sudah terpecah pecah jadi banyak sehingga tidak terkumpul jadi satu. Kemudian harus ada dewan kehormatan.ujarnya.

 Yang terpenting bagaimana hak imunitas seorang advokat sehingga harus diperhatikan, jangan sampai hak imunitas ini dikebiri sehingga terjadi advokat menjadi tersangka dalam menangani perkara, ini penting sekali. Maka perlu adanya persatuan yang kongkrit sehingga ada kewibawaan martabatnya yang dilindungi undang undang. 18/2003 yaitu pasal 16 hak imunitas seorang pengacara. Ini penting sekali tutur Sunarno Edy Wibowo. (Nwi).  .    

 

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *