Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

FKPT Jatim Gelar Literasi Media, Cegah Radikalisme dan Terorisme

SURABAYA, SINAR POS – Forum Koordinator  Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa-Timur (Jatim), selaku pelaksana Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar seminar bertemakan ‘Literasi media sebagai upaya mencegah dan menangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat’ di Surabaya, Kamis (19/10).

Ketua FKPT Jatim, Shobar Isman, mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar  media online, media sosial, media cetak dan elektronik dalam meliput berita kasus-kasus berkaitan dengan radikalisme dan terorismen sesuai kenyataan yang ada. Jangan sampai tak sesuai peliputan dengan fakta yang ada. Harapannya, FKPT Jatim bisa bekerjsama dengan media untuk membantu pemerintah  untuk menangkal dan mencegah radikalisme dan terorisme  di Jatim ini,  ujarnya.

Menurut Shobar Isman, kegiatan literasi media ini,  hanya sekali, namun jenisnya berbagai macam. “Kita melakukan kegiatan pemuda dan perempuan, budayawan, mahasiswa , yang melibatkan lembaga dakwah kampus dan sekarang ini jurnalistik dan pemilik media elektronik, cetak dan online,”  katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan, Pihaknya  berharap apa yang ada satu hari ini bisa  memunculkan suatu tekanan   untuk memfilter berita berita hoak yang kegiatannya mendekat,  jangan sampai kaum radikalisme membesar  melalui media internet . karena kita tahu di media online masih banyak situs situs yang katagori radikal, itu sepertinya di lepaskan kembali oleh pemerintah yang diikat oleh kami secara regular, menurut kami kita semua harus kritis untuk memilah dan memilih mana berita yang kita kunyah dan berita mana yang perlu kita sebar luaskan. Untuk disebarluaskan ke masyarakat untuk membekali dirinya  pengetahuan untuk memilah dan memilih informasi. Di Indonesia ada sebanyak 47000 media.43300 media online. Yang berbadan hukum ada 168, yang lain belum memenuhi syarat (Standard). Tuturnya.
Ditambahkan DR Ayu Astuti M.Hum Kepala Bidang Media Massa FKPT Jawa Timur, pemahahaman literasi media itu bisa memasuki sendi sendi kehidupan masyarakat Indonesia, kita menyadari terjadinya convergensi teknologi kumunitas dan informasi itu memberikan dampak tersendiri dalam pergeseran prilaku kehidupan setiap orang. Kondisi ini ternyata tidak berhenti disitu saja, terjadi degredasi etika, dan ahirnya berimplikasi hukum. Itu yang membuat kita menyadari penyakit masyarakat karena mereka tidak mampu meletakkan bagaimana harus berprilaku, berlisan mengelola kepatutan. Makanya program nasional FKPT itu untuk mengurangi bahaya radikal dan terorisme itu pada fungsinya kita menggunakan media untuk alat untuk mencerdaskan mereka menggunakan media secara bijaksana dalam mengelola kalimat kalimat yang menyejukkan, bukan kalimat kalimat yang marah dan emosi.tuturnya. (Nwi)

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *