Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Belajar Bersama Walhi Jatim Dan Pemuda Desa Selok Awar-Awar

Lumajang,Sinar Pos – Sekelompok Pemuda peduli lingkungan pesisir selatan Desa Selok awar-awar Kecamatan Pasirian  yang tergabung dalam Komunitas Laskar Samudra, melakukan serangkaian belajar bersama dalam pembenahan dan perbaikan lingkungan desanya  dengan  WALHI/Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur.

Adapun susunan acara  edukasi bersama dalam pembenahan dan perbaikan lingkungan sebagai berikut:
1) Sabtu   14/10/2017  pemberian materi di
Ponpes skill Pasirian .
2) minggu 15/10/2017  praktek Lapangan di
Pantai watu pecak Desa Selok awar-awar
Kec.Pasirian .

Saat senin siang 16/10/2017 Sekitar pukul 13.12 WIB  di sela  waktu mau berkemas-kemas pulang, jurnalis sinar pos berhasil bertemu dan mewawancarai Rere Cristanto (Direktur Eksekutif Walhi Jatim).

Ia menjelaskan, “Walhi Jatim memang mengadakan acara Belajar bersama  di beberapa wilayah jatim tentang persoalan lingkungan hidup.Nah salah satunya dengan kawan-kawan Laskar Samudra.

Saya Senang dengan Laskar Samudra bahwa beberapa minggu pasca tragedi  kasus Pembantaian Salim Kancil yang sangat mencengangkan publik, mereka melakukan kegitan pembenahan dan perbaikan lingkungan di sekitar pesisir selatan pantai watu pecak akibat penambangan pasir besi .Dengan rasa kesadaran dan mandiri mereka berusaha fokus menanami penghijauan atau mengisi dengan kegiatan lainnya.

Biasanya pasca konflik hal positif ini jarang sekali terjadi di tempat lain, setiap seminggu sekali mereka komitmen menanami penghijauan dan kegiatan lingkungan lain sebagainya. Bahkan sekitar hampir satu tahun belakangan ini, mereka juga mendapat dukungan penuh oleh pihak pemdes, babinsa dan babinkamtibnas.

Maka Walhi Jatim dalam hal ini, membuat acara dengan bentuk belajar bersama dalam pembenahan dan perbaikan lingkungan demi kelestarian alam sekitar”, imbuh tuturnya.

Sementara salah satu anggota Laskar Samudra bernama Ansori menuturkan kepada sinar pos,”belajar bersama Walhi sangat membantu sekali dalam membenahi lingkungan desa yang berbasis kemasyarakatan, terutama pembenahan dan penyelamatan lingkungan  wilayah pesisir selatan dari sekelompok orang-orang yang serakah karena tidak menutup kemungkinan masih mengincar dengan cara-cara lain untuk menguasainya.

Contohnya seperti pertambangan di Kabupaten trenggalek,Desa wotgalih kec.yosowilangun/Lumajang yang berulangkali mau memasukkan tambang besi dengan kedok pariwisata, Paseban/jember juga tambang besi dengan kedok pembuatan tambak dan bahkan di bukit tumpangpitu/ banyuwangi yang kasusnya saat ini masih bergulir tentang konflik tambang emas serta contoh-contoh  wilayah lain di indonesia”.(Ridwan)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *