Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Wartawan Di Lecehkan Oleh Oknum Pegawai UPT Bina Marga

Banyuwangi,Sinar Pos -Wartawan senior Banyuwangi sekaligus pengurus organisasi majalah koran dan tabloit (mahkota)Hayatul Makin,mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pegawai negri sipil dibawah naungan dinas UPT Bina marga Banyuwangi saat melakukan konfirmasi terkait ruas jalan provinsi yang ada di Banyuwangi, rabo(4/10)kemarin.

Menurut Hayatul makin saat rapat di kantor Mahkota, mengatakan sekitar pukul 10 pagi menjelang siang ia mendatangi UPT bina marga Banyuwangi untuk mengkonfirmasi terkait ruas jalan profinsi yang ada di Banyuwangi,  namun pihak UPT Bina marga terkesan cuek dan enggan menemui,

“karna tidak ada yang menemui terkesan dibiarkan akhirnya saya menanyakan,keberadan kadis UPT, tapi tidak di respon,malah di suruh ngisi buku tamu saja, dan saya masuk di ruangan tempat untuk ngisi buku tamu, tiba-tiba saya di kagetkan dengan keberadaan pramuji dari belakang dan menarik kepala saya hampir kena meja, sambil berkata,ini salah, sambil mencari-cari alasan pembenaran.

Dengan adanya perlakuan yang tidak menyenangkan sejumlah wartawan  bereaksi keras terhadap apa yang dialami rekannya, dalam forum wartawan MAHKOTA Banyuwangi untuk minta klarifikasi kejadian yang menimpa jurnalis senior tersebut.

Selanjutnya saat di klarifikasi Pramuji sempat mengelak melakukan premanisme. “saya akui saya kemarin salah sangka karena dikantor sering datang wartawan abal – abal, spontan saya menarik kepala wartawan, saya tidak tahu jika yang saya dorong itu Pak Makin” elak Pramuji ketika dikonfirmasi beberapa Pengurus Forum Wartawan MAHKOTA dan beberapa wartawan lainya, seperti diketahui, terkait tindakan tak terpuji Pramuji dan temannya Denok Oknum PNS Bina Marga Jatim Banyuwangi kepada salah satu wartawan senior Banyuwangi Hayatul Makin, sejumlah wartawan  akan melakukan aksi bahkan Forum Wartawan MAHKOTA mendadak melakukan rapat internal.

Sejumlah pengurus forum Wartawan MAHKOTA geram karena Pramuji sempat berbohong untuk mengelak, selaku korban Hayatul Makin mengatakan tujuan kedatangannya serta sudah mengatakan identitas dirinya sebagai jurnalis. Kedua Staff UPT Bina Marga menampakan sikap kecenderungan terganggangu dan tidak ramah dengan kehadiran wartawan, Denok kembali nada ketus serta terkesan kurang sopan dan mempersilahkan Makin sendirian menuju ruangan lain dan mengisi absensi,  yang tidak disangka justru perilaku arogan premanisme yang seharusnya tidak dilakukan sebagai pelayan masyarakat, Pramuji datang dan menarik kepala Makin.

Sebagai Organisasi wartawan untuk melakukan protes baik secara lisan dan tertulis kepada Instansinya. Dimungkinkan kami lakukan upaya jalur hukum. Ungkap ketua Foruum Wartawan Mahkota Banyuwangi Dudy Sucahyo,SH, didampingi beberapa Anggota dan sejumlah pengurus lain.(Supri)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *