Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Saksi Terlapor Perusak Hutan Lindung Lemongan Di Periksa

Lumajang, Sinar Pos

Pagi pukul 10.30 Selasa 10/10/2017 salah satu Tim Penasehat Hukum Laskar hijau yakni Achmad Zakky Qhufron SH mendampingi klien Ilal Hakim ke Polres Lumajang terkait Laporan pembakaran dan perusakan hutan lindung gunung lemongan, untuk menanyakan seserius apakah penanganan proses hukumnya.

Hal tersebur dikarenakan laporan sudah hampir 7 bulan lamanya sejak April 2017 lalu, kasus perusakan hutan  terkesan jalan ditempat, bahkan belum ada yang di tetapkan sebagai tersangka.

Bersamaan dengan itu, Terlapor Parmanto dan Saksi terlapor Asamu yang bekerja atas perintah Parmanto dan diduga yang membakar dan merusak hutan lindung lemongan diperiksa Unit 3 Pidter (pidana tertentu) Reskrim Polres Lumajang.

A.Zakky Qhufron SH kepada wartawan sinar pos mengatakan, mendesak Polisi agar saksi terlapor segera ditetapkan sebagai tersangka, sesuai statmen Kapolri Jendral Tito Karnavian di media beberapa bulan yang lalu.

“Harus Tindak tegas pelaku Perusak dan Pembakar lahan hutan. Apalagi ini hutan lindung,” kata A.Zakky Qhufron.

Sementara itu, Iptu Rudi Iswanto SH selaku Kanit 3 Pidter Polres Lumajang saat di wawancara sinar pos membenarkan hari ini  melakukan pemeriksaan saksi terlapor Parmanto dan Asamu yang diduga merusak hutan lindung Lemongan sebagaimana dimaksud dalam pasal 94 huruf A junto 19 huruf A UURI No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan perusakan hutan.

Pihaknya Polres juga akan mengetik berkas untuk diajukan ke Kasat Reskrim yang akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

“Benar kami periksa saksi terlapor. Kami akan ajukan berkas ke Kasat reskrim yang akan tentukan tersangka atau tidaknya,” kata Rudi Iswanto.

Untuk diketahui, Ilal Hakim adalah anggota
Laskar Hijau, sebuah kelompok komunitas relawan yang komit berkonsentrasi dalam menanami pohon, menjaga dan merawat hutan lindung gunung lemongan sejak tahun 2008.  Kala itu sekitar kurang lebih 2000 hektar hutan ini gundul akibat penjarahan, pembabatan dan perusakan sejak akhir tahun 1998 – 2002. Saat memberi penyadaran pada warga sekitar hutan lindung gunung lemongan kerap kali mereka dimusuhi, difitnah dan bahkan mendapat ancaman.

Sampai saat inipun, Laskar Hijau terus menjaga hutan lindung lemongan dari tangan-tangan yang sengaja merusak dan membakarnya, walau acap kali mendapatkan permusuhan, fitnah dan ancaman. Bahkan beberapa kalinya telah melapor secara resmi ke pihak berwajib supaya kasus perusakan dan pembakaran hutan lindung lemongan di tindak sesuai hukum yang berlaku.(rid)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *