Sopir Angkot Demo, Risma Siapkan Mobil Operasional untuk Angkut Penumpang

1
12

Surabaya,Sinar Pos -Pemkot Surabaya menyiapkan lebih dari 100 unit mobil operasional untuk sarana transportasi para warga yang terganggu mobilitasnya akibat adanya aksi demo para sopir angkot yang menolak angkutan online, Selasa (3/10).

Walikota Surabaya, Tri rismaharini mengatakan, mobil operasional tersebut berasal darfi sejumlah SKPD yang ada di lingkungan pemerintah kota.

“Angkutan pengganti nanti dari Dishub, PU, SAtpol PP, Linmas dan lainnya,” terangnya, Senin (2/10/2017).

Risma memahami, aksi demonstrasi yang digelar para sopir angkot. Pasalnya, kondisi angkutan kota memang sangat memprihatinkan.

“Seperti hidup enggan mati tak mau, buat makan aja susah,” tuturnya.

Walikota menegaskan, angkutan yang disediakan untuk para warga gratis. Selain mobil milik pemerintah kota, Koramil juga rencananya menyediakan sedikitnya 24 mobil operasional untuk mengangkut warga yang tak bisa menggunakan angkot. Sejumlah kendaraan tersebut akan ditempatkan di beberapa terminal.

“Titik penempatannya di Terminal Joyo boyo, Bratang, Tambak Oso wilangun. Sementara beberapa feeder akan di back up kecamatan,” katanya.

Sementara aksi Demonstrasi para sopir angkot akan dilakukan di Kantor Gubernur Jatim di jalan Pahlawan dan Gedung Negara Grahadi. Aksi tersebut dipicu keresahan para sopir angkot atas jumlah angkutan on line yang tak terbendung. (ATH)

1 KOMENTAR

  1. zaman telah berubah,transportasi juga pasti ada pembaruan,skrg transportasi on line jadi idola warga, knp pihak angkot menyalakan transportasi on line…jangan pernah cari kambing hitam tentang knp penghasilan angkot menurun,tapi cari tahu kekurangan angkot skrg ini!!!!angkot sdh gk efisien,sdh gak nyaman dan bla bla bla….skrg jaman on line,apa pihak matahari dept store demo ketika ada jual beli on line??? jawab nya tidak….mereka bahkan lbh cerdas lagi dgn bikin matahari online,kalau transportasi online d larang….mau d bawah kemana teknologi yg makin maju ini???skrg serahkan semua ke warga pemakai on line…apa jwb an warga soal angkot yg kurang praktis dan apa jwb an warga soal aplikasi on line..pihak pemkot juga harus melindungi hak warga dlm memilih aplikasi on line dalam setiap penjemputan di terminal atau stasiun..krn slama ini penjemputan d stasiun serta terminal. warga harus bersusah payah jalan jaun antara 50m sampai 100 meter dari tmpt tsbut…apa kah Pantas ojek pangkalan menghalangi warga yg ingin mendapatkan transportasi online…..sebenarnya opang sama ojol bisa duduk berdampingan asal opang mau menerima ojol buat cari rejeki sama2 d stasiun atau terminal…asal mereka saling tahu diri…yg mn ojol hrs mengambil yg on line dan tdk blh ambil yg on line.trus yg opang tdk blh mengambil yg sdh order on line.sebenare gk ada yg ribet dan semua pasti bisa d atasi dgn baik….rejeki sdh ada yg ngatur yaitu gusti allah….jangan pernah mengkambing hitam kan orang lain atau aplikasi lain kalau rejeki kalian menurun,tapi intropeksi diri knp rejeki kalian bisa menurun….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here