Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

JENIS BERAS BULOG TAK MANUSIAWI DI TOLAK OLEH WARGA

Banyuwangi, Sinar Pos -Lagi-lagi, bantuan beras untuk warga kurang sejahtera kembali disoal penerimanya. Bahkan warga enggan mengambil jatah beras yang tidak layak konsumsi tersebut. Selain warna berasnya hitam dan kekuning-kuningan, beras tersebut ada kutunya.  Kejadian ini terjadi di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Para penerima beras tidak mau menerima, dan mengembalikannya ke balai desa.

Warga meminta kepada aparat desa hendaknya jangan mau menerima beras dengan kualitas yang sangat jelek. Akibat kualitas rastra (beras sejahtera) yang dulunya bernama raskin (beras miskin) sangat jelek,  warga Desa Bengkak, sepakat tidak mau mengambil jatah beras tersebut. Akibatnya,  puluhan sak beras masih menumpuk di aula Desa Bengkak.

Ketua RT 04 RW 05, Dusun Krajan, Desa Bengkak, Herman dengan tegas menolak penerimaan rastra yang kualitasnya sangat di bawah standar tersebut. Padahal, beras ini untuk konsumsi manusia bukan konsumsi binatang. Seharusnya pihak pemerintah lebih paham, jika beras ini di distribusikan, kasihan warga. Mereka harus menggiling lagi, agar warna kecoklatannya hilang.

“Kasihan masyarakat yang menerima kalau beras dengan mutu seperti ini di bagikan kepada warga. Selain berasnya sudah bau, warnanya kecoklatan ada kutunya lagi. Beras seperti ini bukan untuk di konsumsi manusia, tapi konsumsinya binatang,” kata Herman.

Hal serupa dikeluhkan Ishak alias Robert, warga Desa Wongsorejo, dia sangat kecewa dengan mutu beras yang dikirim oleh Bulog yang diperuntukan warga kurang mampu tersebut. Ishak meminta kepada aparat Desa tidak asal menerima beras jatah tersebut.

“Kalau mutu berasnya jelek, ya mbok di kembalikan saja. Jangan mau menerima, kira-kira warga diberi beras yang mutunya tidak layak konsumsi, pak Kadesnya diam saja, tolak dong,” ujar Ishak. Sayangnya, Kades Bengkak, Lutfi Efendi tidak ada di tempat.ditemui Sekretaris Desa. Saat ditanya mutu beras tersebut, Dia mengaku tidak mengerti, dan mutunya memang seperti itu. “Bulog ngirimnya ya beras itu, habis bagaimana lagi,” jawabnya. (supri)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *