Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Keributan Antar Massa PSHT Dan Bonek

 Surabaya, Sinar Pos – Pada hari Sabtu 30 September 2017 sekira pukul 22.30 WIB di Osowilangun terjadi gesekan antara Bonek pada saat bubaran menonton sepakbola di Stadion GBT Surabaya dengan PSHT pada saat akan menuju Gresik. Permasalahan terjadi pada saat rombongan PSHT-+100 orang berhenti  Pada saat berpapasan dengan rombongan Bonek.
 Pada hari Minggu tgl 01 Oktober 2017 sekira pukul 00.01 Wib di pertigaan Karangpoh – SPBU Balongsari Tandes Surabaya, telah berkumpul massa Bonek sekitar 200 orang dari berbagai wilayah di Surabaya, berkumpulnya Bonek dilokasi tersebut terkait kejadian pasca bubaran Bonek usai melihat pertandingan sepak bola Persebaya Surabaya Vs Persigo Semeru FC di GBT yang terlibat bentrokan dengan PSHT. Sekitar jam 01.38 WIB saat berkumpulnya Bonek di SPBU Balongsari.
WakaSat intelkam bersama anggota intelkam Polrestabes Surabaya dan anggota Polsek Tandes melakukan koordinasi dengan Sdr. ANDI PECI di samping SPBU guna menentukan langkah penyelesaian, namun tiba-tiba masa Bonek yang di jalanan mengejar pengendara sepeda motor yang diduga anggota PSHT dan langsung melakukan penganiayaan dan melihat hal tersebut maka anggota melakukan tindakan Kepolisian dengan tembakan peringatan. Mendengar tembakan tersebut maka masa Bonek berlari berhamburan, selanjutnya korban langsung di bawa mobil 821 Polsek Tandes ke RS Muji Rahayu.
Sekitar jam 01.45 Wib Wakasatintel dan Sdr ANDI PECI setelah meredam massa Bonek kembali koordinasi di dalam Pasar Karangpoh utk segera menemukan solusi menghentikan emosi massa di lokasi, namun tiba-tiba massa Bonek yang di luar melakukan sweeping dan menemukan 2 orang berboncengan diduga adalah anggota PSHT dan dilakukan pengejaran, pemukulan serta dilakukan pembakaran terhadap sepeda motor yang digunakan oleh korban, setelah 2 orang korban tidak sadarkan diri, keduanya dinaikkan mobil pick up L – 9753 – VK yang dihentikan oleh massa bonek, kemudian 2 orang korban dengan dibawa oleh Sdr. ANDI PECI dan Sdr. BAYU dilarikan ke RS Muji Rahayu Tandes untuk dilakukan tindakan medis. Adapun kendaraan yang dibakar berupa 1 buah sepeda motor merk Honda CB dengan plat nomer S – 4353 – DT.
 Sekira jam 02.00 Wib Piket Fungsi gabungan & 3 peleton Sabhara dipimpin Pamenwas Kasat Narkoba tiba di SPBU Balongsari, melihat kedatangan petugas maka sebagian masa Bonek langsung meninggalkan lokasi.
  Sekira jam 02.25 Wib salah satu korban yang diduga dari PSHT dinyatakan meninggal dunia (identitas tidak ada) dan sekitar jam 03.45 Wib salah korban lainnya juga dinyatakan meninggal.
  Sekitar jam 03.10 Wib, telah datang laki – laki yang mengaku dengan nama YUDIS, yang beralamat di Kepoh Baru, Bojonegoro di RS. MUJI RAHAYU Jl. Manukan wetan Surabaya, dimana Sdr. YUDIS mengaku sebagai teman korban dan menyampaikan identitas korban sebagai berikut :
  ANIS, (korban meninggal dunia) menggunakan kaos merah, yang beralamat (tempat Kos) di Jl.  Simorejo sari Surabaya dan kerja sebagai karyawan bengkel di Surabaya tepatnya tidak diketahui dan asli korban dari BOJONEGORO.
  EKO RISTANTO, (korban meninggal dunia) menggunakan jaket merah, kaos, yang beralamat di Desa Tlego rejo Kec. Kepuh Baru Bojonegoro yang mempunyai kakak bernama AGUNG,
  Untuk kasus ini  telah ditangani  polrestabes Surabaya  untuk  penyidikan   lebih  lanjut (yudian)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *