Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Intan di Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong Mojokerto

MOJOKERTO, SINAR POS -Melanjuti suksesi INTAN di Desa Pulorejo, Kec. Dawarblandong, penulis menemukan prinsip-prinsip dasar yang mungkin dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca Sinar Pos yang dikasihi sebagai berikut; Pertama, saudara Bayu Diningrat mempunyai visi yang jelas yaitu Sehat, Mandiri dan Sukses. Visi inilah yang membuat beliau tidak bisa tidur nyenyak, dan bersantai-santai serta memikirkan bagaimana caranya agar supaya visinya dapat tercapai. Beliau tidak mau tau lagi siapa dirinya yang sesungguhnya, artinya beliau berani keluar dari area kenyamanannya hidupnya (comfert zone)nya. Lalu beliau langsung saja, ikut terlibat secara aktif membantu para pekerjanya mengangkat semen, pasir, batu, kayu dan lain sebagainya, bila pekerja terbatas atau sedang rest.

Kedua, beliau juga mempunyai karakter yang begitu kuat. Tidak mudah menyerah walau pun banyak hambatan dialaminya, ia tidak takut menghadi badai hidup walaupun resikonya berat, namun beliau

tetap “yakin bahwa badai itu pasti akan berlalu”. Pernah beliau mengungkapkan pengalaman

hidupnya kepada penulis bahwa beberapa waktu yang lalu 400 kambingnya mati dalam tempoh dua

minggu karena kesalahan teknis, ini berarti beliau kehilangan uang kira-kira Rp. 400 jutaan, jika

seekor kambingnya di hargai 1 juta rupiah. Beliau hanya merespon peristiwa itu dengan mengatakan

ini adalah “suatu pembelajaraan”. Pembelajaran yang didapatkan dari kisah ini adalah “Belajar Mulai

Setia dari Kecil.” Artinya jika kita setia dari perkara kecil maka kita juga akan dipercayakan perkara

besar. Inilah sekarang menjadi filosofi yang dipegang erat beliau.

Kemudian ketiga beliau juga mempunyai sifat rajin, dan sosial yang tinggi terhadap sesamanya.

Seperti penulis telah ungkapkan diatas bahwa beliau berani keluar dari rasa nyaman, dikarenakan

beliau mempunyai sifat rajin dan suka menolong sesama. Hal ini dibuktikan dengan mendatangkan

perwakilan-perwakilan pemuda/i dari daerah-daerah tanah air untuk dilatih tentang bagaimana

mengembangkan Integrasi Pertanian Membangun Desa Mandiri.

Ini adalah angkatan 3 sd 5. Inilah harapan beliau agar mereka kembali ke daerahnya untuk membangun Desanya menjadi Desa sejahtera, dengan suatu pesan khusus agar mereka “Belajar dari si semut, bangsa atau hewan yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya pada musim panas”. Maksudnya agar mereka tetap rajin mengelola desanya seperti sisemut yang rajin. Kita memiliki banyak orang PINTAR di Indonesia, tetapi sangat sedikit menemukan orang RAJIN di tanah air ini. Untuk memajukan bangsa ini, kita tidak hanya membutuhkan orang pintar tetapi kita lebih membutuhkan orang-orang rajin seperti sisemut yang telah disebut di atas. Oleh karena itu, marilah kita sokong mereka dengan apa

saja yang mereka butuhkan, khusus memberi informasi kepada berbagai pihak, tentang kegiatan-

kegiatan pelatihan dan taman edukasi yang telah dibangun di alamat di atas.

Disamping itu beliau juga di bantu dengan trainer-trainer yang handal dalam bidangnya masing-

masing seperti di bawah ini dan mereka bersedia dihubungi jika diperlukan (AM/Ferry)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *