Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Demi Pacu Perekonomian Desa.

PEMERINTAH DESA SUMENGKO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

Lamongan, SP

Guna mengembangkan perekonomian desa dan menggali potensi yang ada, Pemerintah Desa Sumengko Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan, terus berusaha semaksimal mungkin dalam melayani apa yang menjadi aspirasi dari warga, serta mengapresiasi potensi yang ada di desa, agar nantinya bisa terwujud sistem perekoniam yang bisa menunjang dan memadahi.

Berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bertujuan memberikan pengakuan dan kejelasan kepada desa akan status dan kedudukannya dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia, Negara memberikan kewenangan Desa dalam melestarikan adat dan tradisi serta budaya masyarakat desa.

Desa juga diberikan kewenangan dalam pembangunan untuk memprakasai dan peran partisipasi yang besar dalam rangka menggali potensi desa dengan mendorong Pemdes  yang profesional, efisien dan efektif, terbuka serta bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan di desa, dengan tujuan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang akhirnya memberikan kesejahteraan bersama dan menempatkan desa sebagai subjek dari pembangunan.

Kedudukan ini memberikan angin segar kepada desa dalam proses percepatan dan pemberdayaan masyarakat di desa, tentu kedudukan tersebut harus didukung dengan sumber pembiayaan yang memadai.

Dengan dasar inilah Pemdes Sumengko berusaha mengoptimalkan dalam mengalokasikan sumber dana desa dengan cermat dan tepat guna, seperti pada pembangunan sarana transportasi berupa Pavingisasi jalan lingkungan 4 titik, TPT di masing-masing dusun yang berjumlah 4 dan sanitasi lingkungan (Drainase) di Dusun Kebondalem.

Menurut Nuriman SE selaku Kepala Desa Sumengko, yang di wakili Heri Purnomo SH selaku Sekdes dan koordinator Dana Desa, saat di temui di rumahnya mengatakan, “di harapkan nanti bila infrastruktur pembangunan selesai, dapat membawa dampak positif pada sektor perekonomian warga desanya, untuk itu Sekdes berharap pada dinas terkait termasuk Pemda dan Pemerintahan Pusat agar mengapresiasi adanya program pembangunan di tingkat desa serta bisa membantu Pemerintahan Desa untuk segera dapat merealisasikan bangunan yang benar-benar mewadahi”, karena kalau hanya menghandalkan alokasi dana dari bagi hasil, bisa memakan waktu yang panjang 3 sampi 4 tahunan baru bisa terealisasi pembangunannya,”pungkasnya. (win).

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *