Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

GUBERNUR DORONG PENGEMBANG, BANTU PERUMAHAN RAKYAT

SURABAYA, SINAR POS – Gubernur Jatim, Soekarwo dalam musda REI ke XIV  mengatakan agar para pengembang terus membantu rakyat dalam menyelesaikan kekurangan perumahan, dengan cara mengurangi suku bunga agar kurang satu digit, dan pajak.dikurangi.Jika konsep tersebut dinilai cukup efektif, maka seharusnya didorong seperti halnya  yang dilakukan di  beberapa Negara. Waktu rumah yang dibangun untuk rakyat Jatim sebanyak 207 ribu dari 23 ribu, jadi kurang 46 ribu. Maka kekurangan tersebut akan menjadi urusan pemerintah. Yang dilakukan Jatimin tiap tahunmenganggarkan dari APBD untuk subsidi pembangunan 15 ribu rumah rakyat tiap tahun. Jadi pada tahun 2020 diharapkan kekurangan tersebut bias selesai. Ujar Gubernur Jatim Soekarwo saat pembukaan Musyawarah Daerah XIV Dewan pimpinan daerah Real Estate Indonesia (DPD REI)  Jawa timur, di Surabaya Rabu (30/8).

Sementara Ketua DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengatakan, dengan gelaran Musda XIV, REI Jawa Timur berharap mampu mendukung program 1 juta rumah dari pemerintah. “Kurang lebih seperti itu secara internalnya. Secara eksternal, kami juga ingin mendukung program pemerintah yaitu satu juta rumah,” ujarnya.

Drs Paulus Totok Lusida, APT. Secretary General REI Jatim mengatakan, kita mantau aja, dari provinsi, sesuai dengan aturan, mekanisme jelas kami jalankan, untuk memilih ketua dari tiga kandidat. Saya jelaskan tadi, kalau mimpin organisasi itu, harus punya jiwa untuk menolong orang lain, bahwa hidup kita jiwa menjiwai itu maka organisasi akan maju. Kalau sudah punya jiwa untuk menolong orang lain, jadi dia bisa menolong anggota, jadi kalau dia bisa menjiwai itu, organisasi akan maju, kalau tidak punya peluang untuk menolong orang lain, hanya diri sendiri, atau perusahaan sendiri itu asosiasinya tidak akan maju. Meskipun image diluaran  kelihatan bagus. Bersaing sehat cepat dilaksanakan, apakah musyawarah mufakat, apa mau  voting, silahkan saja. karena dua hal itu tergantung sama teman, ad art.

Yang hadir 399, kenyataan yang ada, tahun lalu yang hadir 670an. Mungkin karena ini pertengahan tahun belum semuanya mendaftar. Tiap minggu REI jatim itu selalu nambah anggota. Karena prospek bisnis property itu bagus. Meskipun sementara ini stagnan.

Setelah kami analisa bersama bank Indonesia, sebetulnya keadaan ekonomi ini bukan jelek, tapi rakyat, masyarakat memegang uangnya di Bank, tidak membelanjakan uang, jadi kebutuhan konsumtif malah meningkat, terbukti kenaikan omzet dan laba dan beberapa perusahaan retail. Yang ada di bursa. Jadi rielnya ini sebenarnya ekonomi ini malah normal, Cuma masalahnya ini harus diyakinkan bahwa semuanya ini tidak ada perubahan apapun. Dan mungkin  dulu ada beberapa wacana yang tidak dikeluarkan oleh dirjen pajak membuat rakyat takut.padahal  itu bukan wewenangya mereka, tapi wewenang dirjen pajak. Dijelaskan bahwa tidak ada regulasi baru, sama sekali menyangkut aturan dirjen perpajakan, itu kita harus disosialisasikan ke masyarakat dibantu  oleh media. Sehingga masyarakat tahu oh  sudah ada regulasi. Baru Sehingga rakyat itu berani membangun ekonomi bersama sama, apalagi nanti kalau infrastrukturnya siap di 2018, itu harus properi pasti naik.

Kalau kita perhatikan pertumbuhan real estate Jatim bagus, Jakarta kalah, Jakarta lebih Stagnan. Karena deadlock tambah lama tambah besar, kemarin waktu saya menyampaikan deadlock itu naik terus, saya hitung di Indonesia, bayi lahir terus tiap tahun 3 juta, kalau mereka berpasangan akan butuh rumah sebanyak 1,5 juta. REI ini bersama pemerintah memacu target ini agar tercapai tahun depan.

Mensinergikan pemerintah dengan pengusaha, karena Indonesia bukan hanya Publik Oriented, masyarakat dan pemerintah ini memerlukan sinergitas kolaborasi  untuk membangun berbeda dengan Negara kapitatalis, mereka prohit oriented, itu harus disadari masyarakat Indonesia juga masyarakat internasional yang mau berinfestasi di Indonesia, itu harus kita tekankan terus bahwa kita punya prinsip dan karakteristik yang berbeda. Tutur Paulus Totok Lusida. (Nwi)

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *