Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Negosiasi korban Perusakan Lahan Pertanian di Malam Hari

Lumajang,SP – Rumah H.Artiwan (56) yang merupakan korban perusakan lahan pertanian akibat proyek normalisasi sungai afvour celengmati di sebelah selatan makam mbah drajid desa wotgalih kecamatan yosowilangun, tadi malam sekitar pukul 18.13 wib didatangi pejabat Dinas PU SDA propinsi jatim yakni Bapak Ruse beserta beberapa pejabat Dinas  UPT  PSDA  Lumajang (28/08/2017).

Selang tak lama putra H.artiwan dengan salah satu tim kuasa hukumnya  A.Zakky Qhufron SH. datang untuk menemui beberapa tamu H.Artiwan yang tak lain adalah pejabat dari Dinas PU SDA  propinsi Jatim dan UPT PSDA lumajang.

Bapak ruse menjelaskan,”kedatangan kami pada malam hari ini ke rumah bapak secara instansi kedinasan kami mohon maaf, atas kejadian perusakan lahan pertanian bapak Artiwan akibat proyek ini.Kami bekerja hanya berdasarkan proposal yang di ajukan pihak Pemdes wotgalih  tahun 2015 lalu,dan pihak Dinas PU SDA Propinsi melalui UPT PSDA di Lumajang dalam eksekusinya hanya membantu pengadaan dan pengoperasian  alat berat beserta bahan bakarnya saja dalam pelaksanaan proyek  normalisasi sungai avfour celengmati karena tidak ada pendanaan apapun dalam proyek ini”.

Malam itu juga dirumah H.artiwan A.Zakky Qhufron SH. Sebagai kuasa hukum korban memaparkan kepada pewarta sinarpos,”Sebenarnya mereka janji via telefon,ketemu dengan saya sebagai kuasa hukum korban selasa pagi (29/08/2017) di kantor UPT PSDA di Lumajang, guna  membicarakan tentang bagaimana tindak lanjut mencari solusi pasca dua kali mediasi .Karena klien kami meminta ganti rugi sebesar 200 juta Rupiah sebab lahan pertaniannya di rusak akibat alat berat yang mengerjakan  proyek ini.

Saya tadi dijemput Bahul (putra H.Artiwan ) mas. Bahwa ada tamu dari dinas UPT PDSDA ke rumahnya.Tapi anehnya, kenapa mereka bertamu malam hari kerumah klien kami, yang kami duga mereka  melakukan negosiasi tanpa berkoordinasi kepada kami sebagai tim kuasa hukum korban dan tanpa juga didampingi oleh pihak Pemdes wotgalih”, imbuh si Qhufron.(ridwan)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *