Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

KATERING SONO KEMBANG TINGKATKAN KUALITAS DAN LAYANAN

SURABAYA, SINAR POS – Disela sela Acara  Rakerda APJI Jatim, dengan tema optimalisasi potensi usaha jasa boga melalui digital marketing di Hotel Garden Palace Surabaya Selasa 29 Agustus, Pemilik Katering Sono Kembang Dewi Anggraini, mengatakan pihaknya fokus melayani pemesanan catering pernikahan. Untuk melayani pada hari  Sabtu dan Minggu bisa mencapai 6  sampai 7 event, bahkan bila ramai bisa sampai 10 hingga 15 event, ujarnya.

Dulunya, bisa mencapai hingga 30 event. Namun , mengingat sekarang ini banyak sekali katering, membuat bisnis ini makin ketat persaingannya. Mereka telah memiliki pasar masing-masing. Untuk karyawan tetap yang bekerja  di Sono Kembang di Surabaya mencapai 150 orang. Itu belum termasuk   karyawan di Malang, Jakarta dan Semarang.  Total karyawan tidak sampai 1.000 orang. ada sekitar 400 menu makanan yang ditawarkan kepada para pelanggan. Namun begitu, menu kikil lontong menjadi andalan Sono Kembang untuk mengikat pelanggan lebih banyak lagi nantinya.


Kami melayani pelanggan yang pesan minimal 150 pack.  Harga per pack sekitar Rp 75.000. Mengingat ketatnya persaingan bisnis katering , kami mulai berpikir perlunya inovasi yang kuat di era generasi millenium ini.
Kerapkali Sono Kembang kebanjiran pelanggan yang menggelar pernikahan dan menyiapkan makanan untuk 2.000 tamu undangan, bahkan siap melayani lebih banyak lagi tamu undangan yang hadir. Tuturnya.

Kami siap melayani pelanggan. Makanya, kami menjaga kualitas makanan dan senantiasa meningkatkan pelayanan, Sono Kembang juga merangkul sejumlah suplier atau pemasok beras dan bahan makanan lainnya. Juga menggandeng pelaku UKM, semacam pembuat penganan jajanan dan lainnya. Salah satu inovasi yang dilakuka Sono Kembang adalah memanfatkan digital marketing. Sebab, sekarang ini pesan  makanan banyak dilakukan via online, sebagai pengusaha mesti bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. Hingga saat ini , Sono Kembang sudah menekuni bisnis kuliner selama 30 tahun lamanya. Perusahaan besar telah menjadi mitranya, misalnya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III , anak perusahaan dan perusahaan skala besar lainnya. Sono Kembang ingin menjadi yang terdepan dalam bisnis kuliner dan terdepan dalam hal pelayanan. “Kami telah bersertifikasi dan mengantongi ISO, sehingga kualitas makanan berstandar, sehat dan aman dimakan oleh masyarakat”.
Kini, bisnis kuliner Sono Kembang telah memasuki generasi ketiga. “Saya ini masuk generasi kedua dan akan terus melakuka inovasi yang tepat dan membuat pelanggan merasa puas dengan layanan yang diberikan Sono Kembang,” tutur Dewi Anggraini.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan  Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Jasaboga  Indonesia (APJI) Jawa-Timur (Jatim)  Sujatno menyatakan,  pemerintah Provinsi Jatim tengah gencar gencarnya    mendorong pengusaha lokal terutama UKM untuk go online dengan memanfaatkan digital marketing. Sebab, biayanya murah dan mampu menggaet banyak kalangan pelanggan. ketika pelanggan makan di restoran, sambil memposting makanannya dan berkomentar baik, teman temannya yang ada di dunia maya pun ikut tertarik. Digital marketing, bagi kami ini peluang pemasaran, orang tidak perlu repot-repot lagi,  ujarnya.

Sujatno menambahkan,   peluang bisnis makanan masih cukup besar, home industri bisa bekerjasama dengan pelaku bisnis menengah untuk memasarkan produknya. Misalnya, untuk produk makanan kue dan jajanan bisa dikombinasikan dengan milik pengusaha makanan lainnya. Kita harus mulai terapkan budaya hidup sehat, makan yang sehat dan bergizi dengan memilih makanan khas Indonesia, tutur Sujatno .(Nwi)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *