Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

INTAN DI DESA PULOREJO, KEC.DAWARBLANDONG, MOJOKERTO

Jatim,Sinar Pos – Perayaan Tujuh Puluh Dua tahun kemerdekaan Indonesia kali ini, agak menarik dan unik karena untuk pertama kalinya dihadiri semua mantan dan wakil Presiden RI bersama istri mereka. Kehadiran mereka mempunyai dampak yang besar dan memberi inspirasi bagi seluruh eleman bangsa bahwa kini saatnya kita bersatu membangun NKRI kedepan agar lebih baik, khususnya untuk mencapai keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, merupakan cita-cita luhur daripada pendiri bangsa ini, yang masih jauh dari harapan kita dan menjadi keprihatinan bersama dalam memperjuangkannya, khususnya di desa-desa seluruh tanah air. Keprihatinan ini didasari atas keadaan real bahwa setiap pemuda/i desa bila telah tamat SMA selalu ke kota untuk mencari perkerjaan dan tidak mau berkarya di desanya sendiri. Keadaan seperti ini terus berlangsung dari tahun ke tahun, ini karena tidak ada ilmu dan motivasi yang cukup untuk melengkapi dan membina mereka sebagai generasi penerus PETANI yang profesional.

Dari rasa keprihatinan yang mendalam tentang keadaan di atas maka terlahirlah pasangan suami istri yang telah mapan dari segi ekonomi maupun posisi jabatan dikantor, serta memiliki 3 putra yang sedang kuliah, mereka rela tinggalkan semuanya dan kembali membangun desanya yaitu desa “Puloreja, Dusun Sidokerto, dimana mereka dilahirkan. Pasangan tersebut, adalah Drs. Bayu Diningrat dan dr. Mamik.

Mereka bertekat mendirikan sebuah “Pusat Pelatihan dan Edukasi TerIntegrasi Membangun Pertanian Desa Mandiri,” dengan tema “ABA JADI TANI’’ yaitu Aku Bangga jadi Tani, disertai dengan motto:”Waktunya Hidup Sehat.” Dengan VISI: “SEHAT, MANDIRI, DAN SUKSES bagi rakyat  Indonesia. Dan MISI yaitu melatih dan mengedukasi generasi-generasi muda dari setiap desa mulai dari usia dini hingga usia tiga puluhan tahun. Dengan tujuan, agar mereka memiliki dan memahami bahwa menjadi petani adalah kebanggaan dan pekerjaan yang mulia, serta menentukan keadilan dan kemakmuran dari bangsa ini.

Kegiatan utama adalah Pelatihan dan Edukasi. Sejak 2008 telah diadakan pelatihan dibeberapa daerah, seperti di Tobelo, Nias, Manado, Sumbawa, NTT dan Kalimantan Barat. Bahkan sekarang ini telah berlangsung pelatihan angkatan ke 5 selama selama 2 bulan dan akan berakhir pada akhir September mendatang. Dari sessi awal pelatihan Pak Bayu, menegaskan bahwa dalam berusaha jangan sekali-kali beroriantasi pada uang, kenapa? Jika fokus pada uang akan ada kegagalan, kecurangan, bahkan bisa terlibat korupsi dalam pekerjaan. Karena itu, bekerjalah dengan sekuat tenaga, sebab ada mata yang mengawasi pekerjaan kita dan akan membuat kita sukses……Bersambung.(AM)

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *