Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

IKADIN MENG- UPGRADE KODE ETIK PARA ADVOKADNYA.

SURABAYA, SINAR POS – Ikatan Advokad Indonesia Surabaya menggelar Rapat Anggota dan meng upgrading Kode Etik para advokadnya di Hotel Elmi Surabaya Sabtu (26/8).

Acara di peradi itu ada mekanisme tersendiri.  Ini  kan urusannya  ikadin, ikadin hanya mencalonkannya saja. Setelah itu mekanismenya adalah kami nanti  akan mendaftar  ke panitia  puncak peradi, itu saja mekanismenya. Belum apa apa. Ujar Hariyanto Ketua Ikadin Surabaya mengawali wawancaranya dengan awak media.

Tadi kita adakan upgrading kode etik. Dijelaskan apa dan bagaimana cara berperilaku  sesama  rekan  advokat atau sesama penegak hukum,  baik  itu di pengadilan atau diluar pengadilan. Itu diatur semua bagaimana tata cara  saling menghargai kata katanya. Saya kira lebih bersifat menghargai,  tidak fulgar. Ini adalah embrio  intinya membuat tidak menyenangkan tadi, tidak patuh. Di masyarakat.

Kalau tindakan advokad  itu di masyarakat bukan etika profesi,  maka urusannya dengan hukum  pidana. Kan urusannya dengan etika. Tetapi mengenai  tatacara beracara dan lain sebagainya, baik di pengadilan, ber inter aktif sesama  advokad, itu adalah  murni masalah etika. Itu yang akan  ditindak lanjuti oleh dewan kehormatan. Kalau dI jatim,  dewan kehormatan peradi  jatim. Itu  tidak ada kalau perbuatan advokad  itu melanggar hukum diluar,  urusannya  pidana, tidak ada yang kebal hukum advokad itu.  Kalau  memang misalnya tidak patut, sudah melanggar norma hukum pidana, kena dia. Urusannya dengan  perilaku advokat itu sendiri. Etika profesi ini menyangkut profesi. Tapi kalau tindakan diluar profesi , hukum  umum yang mengatur, urusannya hukum  pidana. Kalau hal hal yang lain kena, teman kita kena,.

Rekan kami Zaini yang OTT oleh KPK  bukan orang ikadin, kenapa, ikadin Surabaya ini hanya DPC saja, lain lain dpc, kota kota  kabupaten kabupaten, tidak ada dpd, kami di jatim hanya mengenal  korwil, tidak ada dpd. Data base 531, anggota. Ikadin pendirinya Surabaya, kita masih konsisten  dengan mendukung peradi  sepenuhnya. Dengan  undang undang advokad  yang masih berlaku,  rusaknya dengan surat Ketua  mahkamah agung nomor 73 menjadi  carut marutnya profesi advokad. Sehingga banyak pilihan munculnya organisasi organisasi baru. Profesi advokad.  Ini yang baik pendidikannya  maupun rekruitmennya, masanya kami  belum  tahu  bagaimana standardnya. Kalau kami  sudah  jelas standardnya, kelulusannya  grade nya di to be , itu baru lulus, itu memang agak sulit.  Lulus di peradi yang kita dukung, karena  grade nya to be, banyak  yang  saya sampaikan  pemuda yang daftar ini gak lulus, tapi kalau di ikadin  kerjasama dengan unair  dan  peradi,  pkpa   kelulusannya  itu antara 80% itu  untuk pkpa unair sama peradi. Tapi yang  kami capai. Di ikadin ini tidak ada penyumpahan,  kami  hanya men support saja. Tutur Hariyanto. (Nwi)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *