Kubur Pitu Troloyo Jejak Islam Era Kejayaan Majapahit

0
1387

13528908_10206983074920881_3761620716637322789_n 13466417_10206983074880880_51359023128049493_n

Mojokerto,SP-Di ramadhan akhir ini kami kupas sedikit sejarah peninggalan islam jaman majapahit karena budaya di troloyo di bulan bulan para peziarah ramai berkunjung kesana .perlu diketahui bahwa supaya para peziarah tahu yang akan diziarai agar tidak salah sebut khubur pitu  masyarakat umum menyebut makam tumenggung satim adalah kompleks makam Troloyo di belakang terdapat kompleks makam Islam lainnya yang terkenal dengan sebutan Kubur Pitu dan secara berturut-turut berikut ini adalah nama-nama mereka yang dimakamkan di sana:

1.Makam yang dinamakan dengan nama Pangeran Noto Suryo, nisan kakinya berangka tahun dalam huruf Jawa Kuno 1397 Saka (= 1457 M) ada tulisan Arab dan lambang ‘surya Majapahit”.

2.Makam yang dinamakan dengan nama Patih Noto Kusumo, berangka tahun 1349 Saka (1427 M) bertuliskan Arab yang tidak lengkap dan lambang surya.

3.Makam yang dinamakan dengan sebutan Gajah Permodo angka tahunnya ada yang membaca 1377 Saka (1455 M).

4. Makam yang dinamakan dengan sebutan Naya Genggong, angka tahunnya sudah aus, pembacaan ada dua kemungkinan: tahun 1319 Saka atau tahun 1329 Saka serta terpahat tulisan Arab kutipan dari surah Ali Imran 182 (menurut Damais 1850).

5.Makam yang dnamakan sebagai Sabdo Palon, berangka tahun 1302 Saka (1380 M) dengan pahatan tulisan Arab kutipan surah Ali Imran ayat 18.

6. Makam yang dinamakan dengan sebutan Emban Kinasih, batu nisan kakinya tidak berhias. Dahulu pada nisan kepala bagian luar menurut Damais berisi angka tahun 1298 Saka (1376 M).

7. Makam yang dinamakan dengan sebutan Polo Putro, nisannya polos tanpa hiasan. Menurut Damais pada nisan kepala dahulu terdapat angka tahun 1340 Saka (1418 M) pada bagian luar terdapat tulisan Arab yang diambil dari hadist Qudsi, demikian juga pada bagian dalamnya.

Sebagian dari nisan-nisan pada Kubur Pitu tersebut berbentuk Lengkung Kurawal yang tidak asing lagi bagi kesenian Hindu.

Melihat kombinasi bentuk dan pahatan yang terdapat pada batu-batu nisan yang merupakan paduan antara unsur-unsur lama unsur-unsur pendatang (Islam) nampaknya adanya akultrasi kebudayaan antara Hindu dan Islam.

kalo diperhatikan adanya kekurangcermatan dalam penulisan kalimah-kalimah thoyyibah dapat diduga bahwa para pemahat batu( silpin ) nisan nampaknya masih belum menguasai tulisan arab /pemula dalam mengenal Islam.karena islam belum menyebar luas selamat membaca semoga manfaat.( mambo )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here